Minggu, 11 September 2011

"CINTA YANG TAK AKAN PERNAH KEMBALI"

Ini cerita kedua dari sahabat saya, ia bernama Ai Pupu.
Sebuah kisah nyata yg di olah kembali dalam sebuah cerita yg menyinggung aslinya,.

Langsung saja kita mulai....
Sebut saja lelaki itu Riko, waktu SMP dia mulai jatuh cinta pada pertama kalinya (Katanya sih itu juga…), Riko jatuh cinta pada seorang cewek yang satu sekolah, sebut saja perempuan itu Puri. Waktu itu Riko kelas 3-C dan sedangkan Puri sendiri kelas 3-F.
Katanya Riko naksir Puri dari kelas 2, tapi ya……maklum lah, namanya juga Riko, dia baru bisa nyatain perasaannya waktu naik kelas 3. Riko itu orangnya pemalu, jadi perasaan Riko baru terungkap waktu naik kelas 3. Coba banyangin, lama banget Riko memendam perasaannya itu, untung aja dia nggak jerawatan, he…he…!
Lucunya waktu Riko nembak Puri, ya ampun……tangannya sampai gemeteran! Mukanya juga merah banget, dah gitu dia lama banget lagi nyatain perasaannya (kaya yang nunggu kereta lewat). Ya otomatislah Puri jadi kesal, Puri langsung pergi saja dan berkata pada Riko sambil berlari “Gak pejantan banget sih!! cewek pantes…!”
            Riko juga kesal, dia malah mukul-mukul kepalanya sendiri sambil bilang “Aku ini bodoh apa tolol sih!?!? Ngomong giru aja nggak becus”
            Tapi Riko terus berusaha untuk nyatain perasaannya lagi, untung saja Puri mau dengerin lagi kalau nggakkan berabe. Setelah pulang sekolah Riko pun mencoba menghampiri Puri yang masih di kelas, dari luar kelas Riko berkata “Pur, pulang sekolah aku tunggu di taman sekolah ya!”
            “Iya, kamu tungguin saja! Sebentar lagi juga aku pulang” sambil bisik-bisik Puri menjawab perkataan Riko. Setelah bel berbunyi Puri pun keluar kelas dan berjalan menuju taman sekolah sendirian. Saat dekat taman sekolah, Puri melihat riko lagi bicara sendiri. “Dasar cowok aneh!” Ujar Puri heran. Lalu Puri memukul Riko dari belakang, otomatislah dia kaget.
Sudah jadi kebiasaan mukanya langsung merah, Puri mencoba ngomong duluan “Rik, ada apa lagi kamu manggil aku??”
            “Iya ni aku mau melanjutkan omongan aku 3 hari yang lalu” jawab Riko. Beberapa menit Riko diam tanpa kata berusaha mencoba ngomong sama Puri, Riko langsung to the point saja soalnya takut gagal lagi kaya waktu itu… Riko berkata pada Puri dengan sangat serius dan  penuh penghayatan, dari hati yang paling dalam Riko berkata “Pur, sebenarnya aku mencintai kamu dari waktu kelas 2, tapi aku baru bisa menyayakan isi hatiku sekarang, karena aku berat ngomongnnya sama kamu” diam sejenak dan Riko bertanya lagi dengan serius kepada Puri “Pur, apakah kamu masih sendiri atau sudah ada orang lain di hati kamu?”
            Puri menjawab “Rik, aku hargain pengorbanan kamu, tapi mohon maaf, aku……” Puri agak lama menjawabnya “Aku terima cinta kamu, asalkan kamu setia dan benar-benar sayang sama aku”
            Riko langsung memegang tangan Puri dan ngucapin terima kasih “Makasih banget ya Pur, aku seneng banget kamu mau nerima aku jadi cowok kamu. Aku kira kamu nggak akan mau jadi cewek aku. Aku janji bakalan setia dan sayang sama kamu. Tapi kamu juga janji sama aku harus sayang dan setia sama aku!?”
“Iya… aku janji” jawab Puri. Kelihatannya saat itu Riko meneteskan air mata karena saking bahagianya dia diterima cinta oleh Puri, dan mereka berdua sepakat tuk saling menyayangi… tanggal 27 bulan 07 tahun 2007, itu tanggal dimana mereka resmi jadian sebagai pacar (walau pun backstreet).
            Besoknya Riko menjemput Puri berangkat sekolah, wah…! Penampilannya juga beda banget! Yang asalnya agak ya… bisa di bilang kurang rapih lah, sekarang jadi beda 100%! gila…….
Sesampainya disekolah, mereka disorakin sama temen-temennya. “Cieh…yang baru jadian nih…” Riko menjawab dengan lantang “ Sirik saja sih kalian!!”
            Riko pun mengantarkan Puri ke kelasnya, lalu Riko pergi ke kelasnya sendiri. Waktu sedang belajar pun Riko pulang pergi terus ke toilet (Alasannya…), maklumlah…kelas Puri dekat banget sama WC, 3 kali mungkin Riko bolak-balik mulu, ke toiletnya sih nggak, sampai-sampai ada guru yang menegur dia.
            Bel pulang pun berbunyi, Tet….Tet…. Riko langsung membereskan bukunya dan menunggu Puri di dekat gerbang dengan motornya untuk mengantarkannya pulang.
            Waktu terus berputar tanpa pernah berhenti sedetik pun (ya iyalah…). Tujuh bulan sudah mereka menjalani hubungan ini dengan susah, senang, sedih, dan berbagai masalah seperti biasanya. Sekitar bulan Februari gak tahu kenapa mereka tidak terlihat bersama-sama lagi seperti biasanya. Katanya sih ada masalah yang besar, ada yang bilang Puri main hati lagi sama cowok lain, tapi itu baru sekedar isu saja sih…
Eh selang dua hari ada temen lihat Puri lagi makan bakso berdua sama cowok lain! Riko pun mulai sedikit yakin kalau Puri punya cowok lagi.
            Waktu istirahat di sekolah Riko menghampiri Puri, kebetulan Puri ada di luar kelas saat itu, Riko bertanya dengan penuh keseriusan sama Puri. “Pur, apa benar kamu jalan lagi sama cowok laen?? Jawab jujur Pur…” Tanya Riko penasaran. Puri pun terlihat kaget ketika Riko berbicara begitu pada dirinya.
“Oh… sudah tidak percaya lagi sama aku?? Apa mau putus??” jawab Puri  dan berbalik bertanya untuk menutupi kebohongannya. Riko kaget, kenapa Puri menjawab dengan nada menyentak dan balik bertanya, padahal dia bertanya baik-baik. Riko pergi begitu saja tanpa menjawab perkataan Puri, Riko mencoba sabar untuk menghadapi Puri dan berusaha mencari buktinya sendiri.
Selang 3 hari dari hari itu Riko melihat sendiri Puri sedang jalan bareng sama cowok lain, tapi Riko tidak begitu jelas melihat cowok itu karena dari jauh, Riko langsung membawa motornya dan mencoba untuk melihat mereka dari dekat. Pas Riko melihat cowok yang lagi sama Puri itu, ternyata cowok itu teman dekatnya Riko sendiri, yang udah Riko anggap kaya sodara sendiri. Puri pun kaget, yang tadinya dia jalan deket banget dengan cowok itu, bahkan nempel terus kaya perangko, sekarang Puri ambil jarak.
Tapi nasi sudah menjadi bubur (ya nikmati aja kali…buburkan enak), Riko sudah terlanjur tahu bahwa Puri memang benar-benar menghianati Riko. Riko pun langsung menghampiri Puri dan berkata “Mau kemana kamu?? Jelasin dulu semua ini sama aku!!” Puri dipaksa buat jelasin semua itu sama Riko.
Puri menjelaskan bahwa sebenarnya dia sudah jadian selama 1 bulan sama cowok itu. Riko pun kaget, berarti selama 1 bulan Puri menghianatinya. Riko berkata pada cowok yang katanya temen deketnya itu “Dasar pagar makan tanaman!!! Tahu cewek orang kamu pacarin juga! Ku nyesel banget udah nganggap kamu sebagai sodaraku sendiri”
Saking sakit hatinya, Riko memutuskan untuk putus sama Puri. Riko berpesan satu hal sama Puri “Kamu jangan jadi cewek gampangan, dan ingat satu hal lagi, karma dariku masih ada pada dirimu untuk selamanya” dengan suara lantang Riko berpesan pada Puri.
Dan Riko berpesan satu hal lagi “Jika kamu suatu hari menyesal telah jadian sama cowok kamu yang sekarang ini, jangan harap kamu bisa kembali jadian lagi sama aku dan bisa merasakan kasih sayang dari aku!! karena aku baru saja merasakan di sakiti dan di hianati olehmu yang takan bisa sembuh”
Riko langsung pergi dan tancap gas menuju rumahnya. Dengan rasa kesal dan sakit hati yang amat perih, dia mengendarai motor sambil ngebut… Sedangkan Puri dan cowoknya yang baru itu pergi bersama lagi tanpa memperdulikan Riko.
Puri dan cowok itu hingga kini masih bersama dan menjalani hubungannya dengan tenang, walau terkadang ada kerikil-kerikil kecil yang terinjak. Semoga saja Puri tidak menghianati cowoknya yang sekarang seperti menghianati Riko dahulu.
Riko dan Puri dalam cerita itu hanya nama samaran saja, tapi cerita ini memang benar-benar terjadi. Ambilah sisi positif dari ceper ini, bahwa kita jangan pernah menghianati pacar atau bahkan sahabat kita sendiri, dan belajarlah bagaimana cara memahami perasaan orang lain dan menghargainya.

0 komentar:

Posting Komentar