Ini cerita kedua dari sahabat saya, ia bernama Ai Pupu.
Sebuah kisah nyata yg di olah kembali dalam sebuah cerita yg menyinggung aslinya,.
Langsung saja kita mulai....
Sebuah kisah nyata yg di olah kembali dalam sebuah cerita yg menyinggung aslinya,.
Langsung saja kita mulai....
Sebut
saja lelaki itu Riko, waktu SMP dia mulai jatuh cinta pada pertama kalinya
(Katanya sih itu juga…), Riko jatuh cinta pada seorang cewek yang satu sekolah,
sebut saja perempuan itu Puri. Waktu itu Riko kelas 3-C dan sedangkan Puri
sendiri kelas 3-F.
Katanya
Riko naksir Puri dari kelas 2, tapi ya……maklum lah, namanya juga Riko, dia baru
bisa nyatain perasaannya waktu naik kelas 3. Riko itu orangnya pemalu, jadi perasaan
Riko baru terungkap waktu naik kelas 3. Coba banyangin, lama banget Riko
memendam perasaannya itu, untung aja dia nggak jerawatan, he…he…!
Lucunya
waktu Riko nembak Puri, ya ampun……tangannya sampai gemeteran! Mukanya juga
merah banget, dah gitu dia lama banget lagi nyatain perasaannya (kaya yang nunggu
kereta lewat). Ya otomatislah Puri jadi kesal, Puri langsung pergi saja dan
berkata pada Riko sambil berlari “Gak pejantan banget sih!! cewek pantes…!”
Riko juga kesal, dia malah
mukul-mukul kepalanya sendiri sambil bilang “Aku ini bodoh apa tolol sih!?!?
Ngomong giru aja nggak becus”
Tapi Riko terus berusaha untuk
nyatain perasaannya lagi, untung saja Puri mau dengerin lagi kalau nggakkan
berabe. Setelah pulang sekolah Riko pun mencoba menghampiri Puri yang masih di
kelas, dari luar kelas Riko berkata “Pur, pulang sekolah aku tunggu di taman
sekolah ya!”
“Iya, kamu tungguin saja! Sebentar
lagi juga aku pulang” sambil bisik-bisik Puri menjawab perkataan Riko. Setelah
bel berbunyi Puri pun keluar kelas dan berjalan menuju taman sekolah sendirian.
Saat dekat taman sekolah, Puri melihat riko lagi bicara sendiri. “Dasar cowok
aneh!” Ujar Puri heran. Lalu Puri memukul Riko dari belakang, otomatislah dia
kaget.
Sudah
jadi kebiasaan mukanya langsung merah, Puri mencoba ngomong duluan “Rik, ada
apa lagi kamu manggil aku??”
“Iya ni aku mau melanjutkan omongan
aku 3 hari yang lalu” jawab Riko. Beberapa menit Riko diam tanpa kata berusaha
mencoba ngomong sama Puri, Riko langsung to the point saja soalnya takut gagal
lagi kaya waktu itu… Riko berkata pada Puri dengan sangat serius dan penuh penghayatan, dari hati yang paling dalam
Riko berkata “Pur, sebenarnya aku mencintai kamu dari waktu kelas 2, tapi aku
baru bisa menyayakan isi hatiku sekarang, karena aku berat ngomongnnya sama
kamu” diam sejenak dan Riko bertanya lagi dengan serius kepada Puri “Pur,
apakah kamu masih sendiri atau sudah ada orang lain di hati kamu?”
Puri menjawab “Rik, aku hargain
pengorbanan kamu, tapi mohon maaf, aku……” Puri agak lama menjawabnya “Aku
terima cinta kamu, asalkan kamu setia dan benar-benar sayang sama aku”
Riko langsung memegang tangan Puri
dan ngucapin terima kasih “Makasih banget ya Pur, aku seneng banget kamu mau
nerima aku jadi cowok kamu. Aku kira kamu nggak akan mau jadi cewek aku. Aku
janji bakalan setia dan sayang sama kamu. Tapi kamu juga janji sama aku harus
sayang dan setia sama aku!?”
“Iya…
aku janji” jawab Puri. Kelihatannya saat itu Riko meneteskan air mata karena
saking bahagianya dia diterima cinta oleh Puri, dan mereka berdua sepakat tuk
saling menyayangi… tanggal 27 bulan 07 tahun 2007, itu tanggal dimana mereka
resmi jadian sebagai pacar (walau pun backstreet).
Besoknya Riko menjemput Puri
berangkat sekolah, wah…! Penampilannya juga beda banget! Yang asalnya agak ya… bisa
di bilang kurang rapih lah, sekarang jadi beda 100%! gila…….
Sesampainya
disekolah, mereka disorakin sama temen-temennya. “Cieh…yang baru jadian nih…”
Riko menjawab dengan lantang “ Sirik saja sih kalian!!”
Riko pun mengantarkan Puri ke
kelasnya, lalu Riko pergi ke kelasnya sendiri. Waktu sedang belajar pun Riko
pulang pergi terus ke toilet (Alasannya…), maklumlah…kelas Puri dekat banget
sama WC, 3 kali mungkin Riko bolak-balik mulu, ke toiletnya sih nggak,
sampai-sampai ada guru yang menegur dia.
Bel pulang pun berbunyi, Tet….Tet….
Riko langsung membereskan bukunya dan menunggu Puri di dekat gerbang dengan
motornya untuk mengantarkannya pulang.
Waktu terus berputar tanpa pernah
berhenti sedetik pun (ya iyalah…). Tujuh bulan sudah mereka menjalani hubungan
ini dengan susah, senang, sedih, dan berbagai masalah seperti biasanya. Sekitar
bulan Februari gak tahu kenapa mereka tidak terlihat bersama-sama lagi seperti
biasanya. Katanya sih ada masalah yang besar, ada yang bilang Puri main hati
lagi sama cowok lain, tapi itu baru sekedar isu saja sih…
Eh
selang dua hari ada temen lihat Puri lagi makan bakso berdua sama cowok lain!
Riko pun mulai sedikit yakin kalau Puri punya cowok lagi.
Waktu istirahat di sekolah Riko
menghampiri Puri, kebetulan Puri ada di luar kelas saat itu, Riko bertanya
dengan penuh keseriusan sama Puri. “Pur, apa benar kamu jalan lagi sama cowok
laen?? Jawab jujur Pur…” Tanya Riko penasaran. Puri pun terlihat kaget ketika
Riko berbicara begitu pada dirinya.
“Oh…
sudah tidak percaya lagi sama aku?? Apa mau putus??” jawab Puri dan berbalik bertanya untuk menutupi
kebohongannya. Riko kaget, kenapa Puri menjawab dengan nada menyentak dan balik
bertanya, padahal dia bertanya baik-baik. Riko pergi begitu saja tanpa menjawab
perkataan Puri, Riko mencoba sabar untuk menghadapi Puri dan berusaha mencari
buktinya sendiri.
Selang
3 hari dari hari itu Riko melihat sendiri Puri sedang jalan bareng sama cowok
lain, tapi Riko tidak begitu jelas melihat cowok itu karena dari jauh, Riko
langsung membawa motornya dan mencoba untuk melihat mereka dari dekat. Pas Riko
melihat cowok yang lagi sama Puri itu, ternyata cowok itu teman dekatnya Riko
sendiri, yang udah Riko anggap kaya sodara sendiri. Puri pun kaget, yang
tadinya dia jalan deket banget dengan cowok itu, bahkan nempel terus kaya
perangko, sekarang Puri ambil jarak.
Tapi
nasi sudah menjadi bubur (ya nikmati aja kali…buburkan enak), Riko sudah
terlanjur tahu bahwa Puri memang benar-benar menghianati Riko. Riko pun
langsung menghampiri Puri dan berkata “Mau kemana kamu?? Jelasin dulu semua ini
sama aku!!” Puri dipaksa buat jelasin semua itu sama Riko.
Puri
menjelaskan bahwa sebenarnya dia sudah jadian selama 1 bulan sama cowok itu.
Riko pun kaget, berarti selama 1 bulan Puri menghianatinya. Riko berkata pada
cowok yang katanya temen deketnya itu “Dasar pagar makan tanaman!!! Tahu cewek
orang kamu pacarin juga! Ku nyesel banget udah nganggap kamu sebagai sodaraku
sendiri”
Saking
sakit hatinya, Riko memutuskan untuk putus sama Puri. Riko berpesan satu hal
sama Puri “Kamu jangan jadi cewek gampangan, dan ingat satu hal lagi, karma
dariku masih ada pada dirimu untuk selamanya” dengan suara lantang Riko
berpesan pada Puri.
Dan
Riko berpesan satu hal lagi “Jika kamu suatu hari menyesal telah jadian sama
cowok kamu yang sekarang ini, jangan harap kamu bisa kembali jadian lagi sama
aku dan bisa merasakan kasih sayang dari aku!! karena aku baru saja merasakan
di sakiti dan di hianati olehmu yang takan bisa sembuh”
Riko
langsung pergi dan tancap gas menuju rumahnya. Dengan rasa kesal dan sakit hati
yang amat perih, dia mengendarai motor sambil ngebut… Sedangkan Puri dan
cowoknya yang baru itu pergi bersama lagi tanpa memperdulikan Riko.
Puri
dan cowok itu hingga kini masih bersama dan menjalani hubungannya dengan
tenang, walau terkadang ada kerikil-kerikil kecil yang terinjak. Semoga saja
Puri tidak menghianati cowoknya yang sekarang seperti menghianati Riko dahulu.
Riko
dan Puri dalam cerita itu hanya nama samaran saja, tapi cerita ini memang
benar-benar terjadi. Ambilah sisi positif dari ceper ini, bahwa kita jangan
pernah menghianati pacar atau bahkan sahabat kita sendiri, dan belajarlah
bagaimana cara memahami perasaan orang lain dan menghargainya.
"CINTA YANG TAK AKAN PERNAH KEMBALI"