Kenapa ku terlahir ke duinia ini?
Menggapai impiankah?
Atau hanya berpasrah?
Semua itu beriringan dalam ingat ku
Pohon yang dulu kokoh, tegar dan yakin
Kini telah terbakar oleh ganasnya sang api
Jadi abu yang tak berguna
Hanya terdiam tertiup angin
Yang sedikit demi sedikit hilang
Diri ku yang lampau kuat, percaya diri dan punyai cita-cita
Kini t’lah musnah tak berbekas
Diriku tak ada guna tuk hidup
Hanya dapat sulitkan kerabat ku
Ku berpasrah pada sakit ini
Yang melahap jiwa ku dengan perlahan
Semangat ku tuk hidup telah usai
Kini ku menunggu dan berdo’a
Dengan air mata yang menetes percuma
Ku hitung hari-hari ku
Tuk sambut datangnya malaikat
Dalam bangun ku
Ku lihat malaikat itu
Tapi ia berkata lain
Dia ucapkan kata mutiara untuk ku
Buat ku bangkit kembali
Jadi tulip yang menghiasi taman
Karna dirinya ku bisa bangkit kembali
Berharap ia tercipta untuk ku
Hiasi langkah hidup ku
Dan hilangkan segala rasa gundah
Ya tuhan, apa dia untuk ku?
Ternyata s’mua itu tak seperti yang ku inginkan
Dirinya telah menjadi milik lelaki lain
Hati ini jadi layu karna tak disirami olehnya
Tapi ku kan s’lalu menyayanginya
Dan kan tetap menjaganya
Karena hanya dirinyalah
Yang dapat buatku semangat tuk hidup
Meski ia telah jadi milik yang lain
Dirimu adalah cahaya bagi hidup ku
Ku tak mau cahaya itu padam
Dan takan kembali
Bersinarlah untuk ku wahai pujaan ku
KU BANGKIT KEMBALI KARENAMU